Langsung ke konten utama

Bersama Allah, Semua pasti kan Baik-baik saja

Dalam perjalanan kita menuju Allah, pasti kan ada banyak hal yang kita hadapi. Dan sudah sunnatullah bahwa setiap kita akan diuji untuk melihat siapa diantara kita yang terbaik amal sholehnya.  Maka siapapun kita cobalah untuk menjadi hamba yang paling spesial, yang memenuhi setiap kewajiban, yang paling banyak menebar kemaslahatan dan kebermanfaatan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam menjalani hidup ini, kita amat sangat membutuhkan bantuan Allah. Rasulullah saw dalam hadist yang matsur memohon pada Allah swt jangan sampai segala urusannya dibiarkan oleh Allah swt.

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Ya Allah hanya rahmatMu yang aku harapkan, maka janglah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri, meskipun sekejap mata dan perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Illah yang berhak di sembah selain Engkau (HR Abu Dawud)
Rasulullah saw saja seorang yang  sempurna jasad, ruhi dan aklinya juga maksum dari dosa, senantiasa memerlukan Allah swt dan tidak ingin dibiarkan sendiri menjalani urusannya walau sekejap mata. Apalagi kita yg bukan siapa-siapa, tentunya lebih lagi membutuhkan bantuan Allah. 
Allah akan membarikan bantuannya kepada orang-orang yang dicintaiNya. Maka agar kita mendapat bantuan Allah, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meraih cintanya Allah, sebagaimana Allah sebutkan disurat Al-Anfal.

1. Memperbaiki hubungan dengan sesama.

{فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ}

"Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaiki hubungan diantara sesama" (AlAnfal:1)

2. Senantiasa menaati Allah dan RasulNya

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Taatilah Allah dan RasulNya jika kamu orang-orang yang beriman"(Al-Anfal:1)

3. Menjadi mukmin sejati

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ﴿الأنفال:٢﴾
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (Al-Anfal:2)

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنفِقُونَ ﴿الأنفال:٣﴾
"Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkah sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka" (Al-Anfal:3)

أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجٰتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ ﴿الأنفال:٤﴾

"Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benar iman. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (Al-Anfal:4)

Mukmin sejati itu  :
1. Jika disebut nama Allah bergetar hatinya
2. Jika dibaca ayat-ayat Allah bertambah imannya
3. Bertawakkal kepada Allah
4. Mendirikan shalat
5. Berinfak

Mukmin sejati akan memperoleh balasan berupa kedudukan yang tinggi disisi Allah, ampunan serta rezki yang mulia.
Allah mencintai hambaNya yang memperbaiki hubungan dengan sesama, senantiasa menaati Allah dan RasulNya serta berusaha menjadi mukmin sejati. Ketika kita menyertakan Allah dalam segala urusan maka yakinlah Allah tidak akan membiarkan kita sendiri, Allah akan membimbing kita dalam menyelesaikan setiap urusan. Sebagaimana Allah gambarkan di dalam Surat Al-Anfal ayat 17. Bukan kalian yang membunuh mereka tapi Allah yang membunuh mereka, bukan kalian yang melempar tapi Allah yang melempar. 

{فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ رَمَى وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلاءً حَسَنًا إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (17) 

"Maka (yang sebenarnya) bukan kalian yang membunuh mereka, tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik."(Al-Anfal:17)

Sebagaimana Allah berfirman;  jika hamba-Ku terus menerus mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan sunnah, maka Aku mencintai dia, jika Aku sudah mencintainya, maka Akulah pendengarannya yang ia jadikan untuk mendengar, dan pandangannya yang ia jadikan untuk memandang, dan tangannya yang ia jadikan untuk memukul, dan kakinya yang dijadikannya untuk berjalan, jikalau ia meminta-Ku, pasti Kuberi, dan jika meminta perlindungan kepada-KU, pasti Ku-lindungi. Dan aku tidak ragu untuk melakukan sesuatu yang Aku menjadi pelakunya sendiri sebagaimana keragu-raguan-Ku untuk mencabut nyawa seorang mukmin yang ia (khawatir) terhadap kematian itu, dan Aku sendiri khawatir ia merasakan kepedihan sakitnya.” (Hadits Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)

Maka mari raih cinta Allah dengan menjadi mukmin sejati, libatkan Allah dalam setiap urusan. Mengadukan setiap permasalahan yang kita hadapi dari urusan kecil sampai urusan  besar. Mungkin kita pernah mendengar kisah sahabat Rasulullah saw yang memohon kebutuhannya hanya kepada Allah dari hal yg sepele seperti garam, sendal yang rusak sampai hal-hal yang besar. Jadikan Allah sebagai tempat curahan hati kita, tempat mengadu, tempat memohon dalam kondisi senang maupun susah, lapang maupun sempit.

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Ya Allah hanya rahmatMu yang aku harapkan, maka janglah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri, meskipun sekejap mata dan perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Illah yang berhak di sembah selain Engkau 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

QURAN AND OUR BUSY LIFE

  Wal asr, wal fajri, wadduha, wannahar wallail  Allah memulai konten nasehat dalam Alquran dengan mengunakan waktu menandakan waktu itu berharga, apalagi sampai bersumpah. Jika kita bersumpah pasti dengan sesuatu yang nilainya tinggi, ini menandakan pentingnya waktu. Rasulullah Saw dan para sahabat menghargai waktu berdasarkan bimbingan Alquran Imam Hasan Al Basri memisalkan hari seperti makanan anak-anak yang berbentuk stik sambil mengatakan "Wahai anak adam sesungguhnya kalian tidak lain adalah Kumpulan hari-hari, jika hilang satu hari hilanglah satu bagian dalam masa hidup mu".  Ini mindset tentang waktu. Ungkapan lain "waktu sepeti pedang jika kamu tidak mengunakannya dengan baik maka bersiaplah untuk dipenggal. Aset waktu yang Allah berikan pada setiap orang memang sama 24 jam, namun betapa banyak orang yang mengatakan "aduh gue ngak punya waktu" Siapa sih pemilik waktu?   Bukan kita, Allah pemilik waktu "walahu maa fii samawati wal ardhi" (hany...

MAJU MUNDUR CANTIK

Assalamu'alaikum shalihah cantik... Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang memberikan kita banyak nikmat juga kesempatan utk berbuat kebaikan salah satunya bisa bersilaturahim lewat kulwap bersama sholihah cantik disini. Tak lupa shalawat dan salam pada Rasulullah saw sebagai teladan umat. Btw ngomongin tentang cantik bentuk rupa,  memang Allah telah menyebutkan ttg ini didalam surat At tiin لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ -٤- “Sungguh, Kami telah Menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (At-Tin 4) Coba deh bandingkan makhluk Allah lainnya dengan manusia, siapa yg paling sempurna cantik bentuk dan rupanya. Pasti jawabannya manusia. Manusia memang su...

MENCARI YANG SAMA

الأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَا مِنْهَا اخْتَلَفَ “Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun. Apabila mereka saling mengenal (sifatnya, kecenderungannya sama) maka akan saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.” Ruh yang baik sifatnya akan mencari teman yang baik juga sebaliknya ruh yang buruk akan  mencari teman yang sama. Seperti juga burung yang berje...