Setiap fajar pagi waktu berseru: Wahai anak cucu adam Akulah waktu, akulah ciptaan baru. Aku akan menjadi saksi atas seluruh perbuatanmu. Maka gunakanlah aku. Aku tdk akan Kembali hingga hari kiamat. Maka bukan di momentum akhir tahun kita bermuhasabah namun setiap pergantian waktu. Cara Pandang kita Terhadap waktu “ kok masih gini-gini aja” cenderung perspektif negative. Harusnya alhamdulillah masih sehat,masih diberikan rezeki masih mau belajar yang paling penting saya masih beriman. Selain mengaudit dari sisi negative melihat sisipositif juga agar bersyukur. Dengan banyak karunia yg Allah berikan. Ketika sudah Syukur. Wujud sejati Syukur makin makin banyak beramal Ibnu Qayyim ada 3 bentuk syukur 1. 1. Syukur dg hati 2. 2. Syukurdengan lisan 3. 3. Syukur dengan amal (memperbaiki diri dengan amal) Malik bin Nabii ulama aljazair dalam buku syarat2 bangkitnya s...
Wal asr, wal fajri, wadduha, wannahar wallail Allah memulai konten nasehat dalam Alquran dengan mengunakan waktu menandakan waktu itu berharga, apalagi sampai bersumpah. Jika kita bersumpah pasti dengan sesuatu yang nilainya tinggi, ini menandakan pentingnya waktu. Rasulullah Saw dan para sahabat menghargai waktu berdasarkan bimbingan Alquran Imam Hasan Al Basri memisalkan hari seperti makanan anak-anak yang berbentuk stik sambil mengatakan "Wahai anak adam sesungguhnya kalian tidak lain adalah Kumpulan hari-hari, jika hilang satu hari hilanglah satu bagian dalam masa hidup mu". Ini mindset tentang waktu. Ungkapan lain "waktu sepeti pedang jika kamu tidak mengunakannya dengan baik maka bersiaplah untuk dipenggal. Aset waktu yang Allah berikan pada setiap orang memang sama 24 jam, namun betapa banyak orang yang mengatakan "aduh gue ngak punya waktu" Siapa sih pemilik waktu? Bukan kita, Allah pemilik waktu "walahu maa fii samawati wal ardhi" (hany...