Langsung ke konten utama

MENJAGA SEMANGAT

Sabda Rasulullah s.a.w:

“إن لكل عمل شِرَّة، ولكل شِرَّة فترة، فمن كانت فترته إلى سنتي، فقد اهتدى، ومن كانت فترته إلى غير ذلك فقد هلك”

رواه أحمد وابن خزيمة وابن حبان في صحيحيهما

“Sesungguhnya bagi setiap amal itu ada (masa) semangat dan bersungguh-sungguh, dan bagi setiap kesungguhan itu ada (masa) fatrah (kefuturan/lemah semangat). Barangsiapa pada waktu semangatnya lemah, lalu berpegang pada sunnahku, maka dia telah mendapat petunjuk dan barangsiapa yang berpegang pada selainnya (sunnahku) maka dia telah binasa” (HR Ahmad dan Ibn Hibban dalam kitab sohih mereka)

Karena iman itu yazid wa yankus, naik dan turun. Berbanding lurus dengan semangat. Ketika masa semangat semua amal sholeh terasa ringan. Tilawah satu juz berasa kurang, infak sedikit berasa malu, shalat sunat rawatib tak pernah tinggal, ringan tangan dalam menolong, lapang dada ketika ada masalah. Namun ketika lemah semangat melanda. Tilawah satu juz kok berasa ngak nyampe-nyampe ( berasa lama, pakek lihat dah halaman berapa), shalat sunat rawatib berasa berat, infak sedikit berasa banyak, lihat ada orang yg perlu bantuan lewat aja melengos, yg paling parah dada berasa berat ketika ada masaalah kecil.

Intinya semangat itu perlu dijaga, ketikapun ia melemah usahakan tdk meninggalkan sama sekali amal sholeh yg sdh menjadi kebiasaan  jangan biarkan kemalasan berlama-lama menguasai kita. Dan perlu mujahadah utk melawan kemalasan...

Tips menjaga semangat:
1. Rutinkan kebiasaan baik (amal sholeh)
2. Walau sedikit, namun rutin itu lebih baik dari pada banyak namun dikerjakan cuma sekali waktu
3. Berteman dengan orang sholeh yg dapat mengingatkan ketika kita lemah
4. Meminta nasehat ketika sedang lemah semangat.
5. Jangan mau kalah sama nenek/kakek yg punya semangat 45 dalam beramal sholeh. Bagi nenek/kakek jangan mau kalah sama anak muda juga dalam hal beramal sholeh.
6. Menghadiri majelis ilmu, yg bisa nambah semangat pas iman lagi menurun.
7. Berdoa, minta kepada Allah agar senantiasa berada dalam kebaikan (hidayah).
8. Dll

“Jika kamu mendapat ilmu, maka munculkan keinginan ibadah padanya. Jangan sampai hanya untuk menyampaikan kepada manusia.”
(Abu Qilabah)

#perbaikidiriajakoranglain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QURAN AND OUR BUSY LIFE

  Wal asr, wal fajri, wadduha, wannahar wallail  Allah memulai konten nasehat dalam Alquran dengan mengunakan waktu menandakan waktu itu berharga, apalagi sampai bersumpah. Jika kita bersumpah pasti dengan sesuatu yang nilainya tinggi, ini menandakan pentingnya waktu. Rasulullah Saw dan para sahabat menghargai waktu berdasarkan bimbingan Alquran Imam Hasan Al Basri memisalkan hari seperti makanan anak-anak yang berbentuk stik sambil mengatakan "Wahai anak adam sesungguhnya kalian tidak lain adalah Kumpulan hari-hari, jika hilang satu hari hilanglah satu bagian dalam masa hidup mu".  Ini mindset tentang waktu. Ungkapan lain "waktu sepeti pedang jika kamu tidak mengunakannya dengan baik maka bersiaplah untuk dipenggal. Aset waktu yang Allah berikan pada setiap orang memang sama 24 jam, namun betapa banyak orang yang mengatakan "aduh gue ngak punya waktu" Siapa sih pemilik waktu?   Bukan kita, Allah pemilik waktu "walahu maa fii samawati wal ardhi" (hany...

MAJU MUNDUR CANTIK

Assalamu'alaikum shalihah cantik... Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang memberikan kita banyak nikmat juga kesempatan utk berbuat kebaikan salah satunya bisa bersilaturahim lewat kulwap bersama sholihah cantik disini. Tak lupa shalawat dan salam pada Rasulullah saw sebagai teladan umat. Btw ngomongin tentang cantik bentuk rupa,  memang Allah telah menyebutkan ttg ini didalam surat At tiin لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ -٤- “Sungguh, Kami telah Menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (At-Tin 4) Coba deh bandingkan makhluk Allah lainnya dengan manusia, siapa yg paling sempurna cantik bentuk dan rupanya. Pasti jawabannya manusia. Manusia memang su...

MENCARI YANG SAMA

الأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَا مِنْهَا اخْتَلَفَ “Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun. Apabila mereka saling mengenal (sifatnya, kecenderungannya sama) maka akan saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.” Ruh yang baik sifatnya akan mencari teman yang baik juga sebaliknya ruh yang buruk akan  mencari teman yang sama. Seperti juga burung yang berje...