Langsung ke konten utama

MEMBANGUN RUHIYAH ANAK

Inilah kisah yang di ceritakan oleh Imam  Al-Ghazali didalam kitab Ihya Ulumuddin.
Sahl bin Abdillah At Tusturi berkata : "Ketika aku masih berumur 3 tahun, aku bangun malam. Aku menyaksikan pamanku (Muhammad bin Siwar) sedang melaksanakan shalat. Pada suatu hari Ia berkata pada ku :" Apakah kamu mengingat Allah yang telah menciptakanmu.?. Aku menjawab: "Bagaimana caranya?.
Ia menjawab: " Katakan dalam hatimu sangat engkau berbaring di tempat tidurmu tiga kali tanpa mengentarkan lisanmu. Allah bersamaku, Allah melihatku, Allah menyaksikanku"

Akupun mengucapkan itu selama beberapa malam. Kemudian aku memberi tahu padanya. Lalu Ia berkata:" Ucapkan kalimat tadi setiap malam sebanyak sebelas kali. Kemudian aku mengatakan padanya bahwa aku telah merasakan kelezatannya. Setelah setahun lamanya Paman berkata padaku: "jagalah apa yang telah aku ajarkan kepadamu dan lakukan hingga engkau meninggal, Niscaya engkau akan merasakan manfaatnya dunia akhirat. Maka kalimat itu senantiasa aku lazimi bertahun-tahun dan aku mendapatkan kelezatan didalam diriku. Pamanku kemudian berkata padaku pada suatu hari, "Wahai Sahl barang siapa yang Allah bersamanya, merasa diawasi olehNya, merasa disaksikan olehNya, apakah Ia akan bermaksiat kepada Nya? Jauhilah olehmu perbuatan maksiat.

Maka jadilah Sahl tokoh yang terkenal dengan kebijakannya dan tergolong hamba-hambaNya yang sholeh. Lewat perantara Pamannya yang telah mendidik dan mengajarinya dan menanamkan kedalam dirinya waktu usianya kanak-kanak makna keimanan dan muraqabah serta akhlak yang mulia pada dirinya.

Seberapa besar peran Ibu dalam membangun ruhiyah membentuk karakter sang buah hati????

Siapa yang tak kenal dengan Sufyan ast Tsaury seorang Tabi' tabi'in yang sangat ternama di zamannya. Begitu besar peran Ibunda beliau dalam mendidiknya.

Kata Ibunda Beliau yang tak luput dari ingatannya : "Anakku, jika engkau menulis 10 huruf, lihatlah! Apakah kau jumpai dalam dirimu bertambah rasa takutmu (kepada Allah), kelemah-lembutanmu, dan ketenanganmu?
Jika tidak kau dapati hal itu, ketahuilah ilmu yang kau catat berakibat buruk bagimu.Ia tidak bermanfaat untukmu”.

Lihatlah bagaimana sang bunda memotivator sang buah hati untuk terus belajar dan menanamkan keimanan sang buah hati.

Membangun Ruhiyah Anak
On air Radio Serambi FM
12 Ramadhan 1439H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

QURAN AND OUR BUSY LIFE

  Wal asr, wal fajri, wadduha, wannahar wallail  Allah memulai konten nasehat dalam Alquran dengan mengunakan waktu menandakan waktu itu berharga, apalagi sampai bersumpah. Jika kita bersumpah pasti dengan sesuatu yang nilainya tinggi, ini menandakan pentingnya waktu. Rasulullah Saw dan para sahabat menghargai waktu berdasarkan bimbingan Alquran Imam Hasan Al Basri memisalkan hari seperti makanan anak-anak yang berbentuk stik sambil mengatakan "Wahai anak adam sesungguhnya kalian tidak lain adalah Kumpulan hari-hari, jika hilang satu hari hilanglah satu bagian dalam masa hidup mu".  Ini mindset tentang waktu. Ungkapan lain "waktu sepeti pedang jika kamu tidak mengunakannya dengan baik maka bersiaplah untuk dipenggal. Aset waktu yang Allah berikan pada setiap orang memang sama 24 jam, namun betapa banyak orang yang mengatakan "aduh gue ngak punya waktu" Siapa sih pemilik waktu?   Bukan kita, Allah pemilik waktu "walahu maa fii samawati wal ardhi" (hany...

MAJU MUNDUR CANTIK

Assalamu'alaikum shalihah cantik... Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang memberikan kita banyak nikmat juga kesempatan utk berbuat kebaikan salah satunya bisa bersilaturahim lewat kulwap bersama sholihah cantik disini. Tak lupa shalawat dan salam pada Rasulullah saw sebagai teladan umat. Btw ngomongin tentang cantik bentuk rupa,  memang Allah telah menyebutkan ttg ini didalam surat At tiin لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ -٤- “Sungguh, Kami telah Menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (At-Tin 4) Coba deh bandingkan makhluk Allah lainnya dengan manusia, siapa yg paling sempurna cantik bentuk dan rupanya. Pasti jawabannya manusia. Manusia memang su...

MENCARI YANG SAMA

الأَرْوَاحُ جُنُوْدٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَا مِنْهَا اخْتَلَفَ “Ruh-ruh itu seperti tentara yang berhimpun. Apabila mereka saling mengenal (sifatnya, kecenderungannya sama) maka akan saling bersatu, dan apabila saling berbeda maka akan tercerai-berai.” Ruh yang baik sifatnya akan mencari teman yang baik juga sebaliknya ruh yang buruk akan  mencari teman yang sama. Seperti juga burung yang berje...